Kenali Hepatitis B, Lindungi Diri di Tempat Kerja
Virus Hepatitis B merupakan risiko kesehatan global yang signifikan, yang menyebabkan infeksi hati akut maupun kronis. Infeksi kronis merupakan faktor risiko utama berkembangnya komplikasi serius, termasuk kanker hati. Penularan virus hepatitis B terutama terjadi melalui paparan cairan tubuh yang terinfeksi, termasuk darah, dan melibatkan berbagai jalur penularan, seperti penularan dari ibu ke janin, penularan horizontal antarindividu, serta paparan akibat kerja.
Kewaspadaan khusus diperlukan di tempat kerja, terutama di lingkungan yang memungkinkan terjadinya kontak dengan darah atau cairan tubuh, seperti di fasilitas layanan kesehatan. Vaksinasi adalah metode yang paling efektif dan hemat biaya untuk mencegah infeksi virus hepatitis B. Menyelesaikan rangkaian lengkap vaksinasi dan memantau respons tubuh sangatlah penting, khususnya bagi tenaga kesehatan. Kelompok berisiko tinggi, termasuk tenaga kesehatan, harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi dan pemeriksaan skrining rutin.
Penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan pakaian pelindung sangat penting untuk meminimalkan paparan terhadap darah dan cairan tubuh. Bukti penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap protokol penggunaan alat pelindung diri secara signifikan meminimalkan terjadinya penularan akibat kerja. Memulai profilaksis pascapaparan dengan segera sangatlah penting setelah terjadi insiden yang berpotensi menyebabkan paparan, seperti cedera akibat tertusuk jarum. Pengetahuan dan kepatuhan pekerja terhadap protokol profilaksis pascapaparan sangat krusial untuk meminimalkan penularan.
Pekerja perlu diberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang harus diambil setelah terpapar, termasuk melaporkan insiden dan menjalani pemeriksaan medis. Edukasi mengenai penularan dan pencegahan virus hepatitis B sangat penting untuk memitigasi risiko di tempat kerja dan mendorong praktik yang tidak diskriminatif. Pelatihan harus mencakup cara penularan, penggunaan alat pelindung diri yang tepat, pentingnya vaksinasi, dan prosedur profilaksis pascapaparan. Skrining rutin untuk infeksi virus hepatitis B, terutama pada kelompok pekerja berisiko tinggi membantu dalam deteksi dini dan penanganan. Pemantauan kadar antibodi setelah vaksinasi diperlukan untuk memastikan efektivitas respons imun.
Penulis : dr. Muchtar, M.A.R.S., M.K.K., Sp.Ak., FISQua
Refrensi :
Lasidji Narh B, Senoo-Dogbey VE. Healthcare workers' experiences with hepatitis B virus post-exposure prophylaxis management at a military hospital in Ghana: a qualitative study. Health Sci Rep. 2026;9(2):e71867. doi:10.1002/hsr2.71867.
Rajbhandari R, Nguyen VH, Knoble A, Fricker G, Chung RT. Advances in the management of hepatitis B. BMJ. 2025;389:e079579. doi:10.1136/bmj-2024-079579.
Hussein NA, Ismail AM, Jama SS. Assessment of hepatitis B vaccination status and associated factors among healthcare workers in Bosaso, Puntland, Somalia 2020. Biomed Res Int. 2022;2022:9074294. doi:10.1155/2022/9074294.
Duodu PA, Darkwah E, Agbadi P, Duah HO, Nutor JJ. Prevalence and geo-clinicodemographic factors associated with hepatitis B vaccination among healthcare workers in five developing countries. BMC Infect Dis. 2022;22(1):599. doi:10.1186/s12879-022-07556-3.
Soomar SM, Siddiqui AR, Azam SI, Shah M. Determinants of hepatitis B vaccination status in health care workers of two secondary care hospitals of Sindh, Pakistan: a cross-sectional study. Hum Vaccin Immunother. 2021;17(12):5579-5584. doi:10.1080/21645515.2021.1986332.
